Chapter 2

Forth PoV

Sesuai  yang sudah  ku janjikan  pada  Pacarku tadi  siang,  kalau  malam  ini  kita akan pergi kencan, karena  aku  gak  mau bikin  Dia kecewa. Tapi sebelum  aku  pergi  meninggalkan kamar,  Aku  terlebih  dulu  mengirimkan  sms  padanya.
My Princess  Angel
Sayang,,, sudah  siap  belum √
Aku  jemput  di  rumah  kamu  ya  !!!√
Forth
Sudah  siap  sayang  √
Gak usah  di jemput ya biar  aku  di anterin  supir  aja √
Kita  langsung  ketemuan  di cafe  dekat Taman Kota ya !!!√

My Princess  Angel
Ok sayang. I love  you  √

Setelah  mengirimkan  pesan pada Angel dan mendapat balasan  darinya, Akupun  segera  pergi.Aku sudah  tidak  sabar  bertemu  dengan wanita  yang  pertama  kali  membuatku  jatuh Cinta.

Saat  berjalan melalui  ruang  keluarga  aku  melihat  Ayah  dan  Adik ku lagi asyik nonton acara di   Tv yang  menurutku gak cocok  di tonton  oleh  Ayah  karena  itu  acara  Kartun  kesukaan Captain dan  akupun menghampiri Ayah untuk   berpamitan.

"Ayah....forth  pergi dulu  ya." Ayah  menoleh saat  mendengar namanya  aku  panggil.

"Mau  kemana  forth???" Tanyanya.

"Pergi  kencan  Yah. Hehehe." Jawabku  sambil  cengengesan. Ayahpun  menyengitkan  kedua alisnya. Tapi  setelah  itu  Ayah  tersenyum.

"Pulangnya  jangan  malam-malam Forth." Pesannya, akupun  mengangguk kepala.

"Iya  yah.... Beres  yah  !!!." ucapku.

Baru  melangkah  2 langkah  seseorang  memanggil  namaku, akupun  mengehentikan langkahku

"Kak  Forth...." seseorang  memanggil  namaku, siapa  lagi  kalau  bukan  adikku  yang  paling  manja  itu, Captain.
"Kenapa?." jawabku  saat  aku menoleh  ke arahnya.
" Kak  forth  boleh  ikut  gak, aku  ingin  tahu  yang  mana  pacarnya  kak  Forth." Tanya  adikku meminta  izin  agar  di boleh  ikut.

"Anak kecil  gak  boleh  ikut  orang  dewasa  kencan." Ucapku  langsung  bikin  dia cemberut. Ingin  sekali  aku tertawa  saat melihat  dia cemberut  begitu.

"Ya sudah  sana  pergi  kalau aku  gak  boleh  ikut, jadi  kakak  kok  pelit  amat. Huuuftz." Gerutunya  membuat  q terkekeh  karena geli mendengar ucapannya.

"Yah  aku  pergi." Pamitku  langsung  meninggalkan  mereka.

Setibanya  di Cafe  yang  di bilang  Angel di pesan tadi, aku  melihat-lihat suasana  cafenya, cukup  Ramai  dan suasana  cukup  Romantis  kalau  di buat  kencan  anak  remaja.
Aku  langsung  berjalan  ke arah  di mana  ada  kursi  kosong  paling  pojok  cukup  untuk  aku  dan  angel  duduk.

Aku  menunggu  Angel  cukup  lama hingga  penglihatanku  tertuju pada  satu  anak  lelaki  yang  manis,yang  sedang  melayani  pelanggan  di Cafe  ini,hingga  aku  tak  menyadari  kedatangan  Angel.

"Sayang  maaf  aku  datang  telat." Ucapnya. Aku pun  hanya  tersenyum

"Gak pa pa Sayang,,, aku  memaklumi  saja, kalau  kamu  pasti  telat. Kamu  kalau berias diri itu sangat lama." Jawabku dengan  nada  bercanda. Angel langsung  cemberut.

"Sayang  sudah  pesan  Makanan ??." Angel  bertanya  padaku  saat  ia sudah  duduk  di depanku. Akupun  menggeleng

"Belum  sayang,,,, aku  nunggu kamu." Jawabku dengan  fokus memerhatikan  wajahnya  yang  cantik  itu.

"Ya sudah  kita  pesan  makan  dulu ya." katanya  dan  aku  hanya  mengangguk.

Setelah kami  memesan  makanan pada pelayan cafe ini,  kami  mengobrol panjang  lebar sambil menunggu  pesanan  kami,salah  satunya  tentang  rasa  rindu  kami.

Dengan nadanya manjanya Dia mengeluh kalau akhir-akhir ini,aku  gak  ada  waktu  buat  dia. Aku  menyadari  akan  hal  itu karena  aku  terlalu  sibuk  dengan  kerjaanku  di Restaurant yang  aku  kelola. Akupun  hanya  bisa  minta  maaf  padanya  dan  aku  bilang  padanya  kalau  akan berusaha  meluangkan  waktu  untuknya. Ia pun  tersenyum  setelah  mendengar  jawabanku.

Hingga  beberapa  menit kemudian, makanan  yang  kami pesanpun  di antarkan,dan  seseorang yang mengantar pesanan  kami itu  adalah cowok  yang  tadi  aku  lihatin. Aku  melihat  wajahnya  sangat manis dan  cara  bicaranya  sangatlah  sopan.

"Maaf  menganggu  waktu  anda, ini  pesanan  anda." ucapnya  dengan sangat  sopan dan  senyuman  yang  bisa  membuat  orang  terpana.

Saat pelayan itu  meletakkan  makanan  di atas  meja,entah  kenapa  Angel  langsung  ngebentak  dia dan  marah-marah.

"Apa  yang  kamu  lakukan.... Ini  bukan  pesanan  Kami." Tanya Angel dengan nada yang emosi. Pelayan itu  langsung  membatu karena  kaget  ucapan Angel.

"Maaf  kalau  saya  salah  mengantar, tapi  ini  resi menunjukkan  no meja  anda." Jawabnya dengan nada  sedikit  bergetar.

"Tapi  ini  bukan  pesanan  saya, bisa  kerja  tidak  sich kamu." Kata  Angel  dengan  suara yang kencang membuat  seluruh  pelanggan  Cafe  melihat  ke arah  kami.

"Sudah  Angel,.. Kenapa  kamu  marah2 kayak  gini, dia  gak  salah  Ngel, makanan ini memang   aku yang pesan."  Jawabku  untuk  menenangkan Angel. Angel  langsung  menoleh  ke arahku dengan  tatapan  kemarahan.

"Ya sudah  mas  lanjutin  aja  kerjanya,,, maaf Mas, atas  perlakuan cewek saya yang  sudah  membentak anda." kataku ramah  meminta  maaf pada  pelayan  Cafe. Pelayan  Cafe  itupun  tersenyum.

"Gak pa pa  Mas..... Selamat  menikmati  makanannya  Mas, semoga  nyaman  berada  di Cafe  ini." ucapnya dengan  sedikit  membungkuk badan dan ia langsung  meninggalkan meja  kami.

Aku yang merasa  heran  dengan  tingkah Angel  hari  ini, aku memberanikan diri  bertanya  padanya, Aku bicara   baik-baik sama Dia, aku  tahu Dia  anak  manja,anak tunggal  dari  keluarga  orang  kaya, tapi untuk  keseharian  dia  selalu  mengandalkan  pembantu. Makanya  harus  secara  halus  kalau  ngomongin  Angel.

"Angel kamu  kenapa  sich  tadi  kok tiba-tiba  marah-marah kayak  gitu, gak enak kan di lihatin orang." Tanyaku  dengan  halus, agar  Angel tidak  tersinggung.

"Lagi jengkel  aja." jawabnya  dengan  sinis.

"Kamu  jengkel  kenapa,,,, siapa  yang  sudah  menjahilimu."  Tanyaku  balik.

"Tadi  dia  kan , yang  lagi  kamu  lihatin??." Ucapnya   dengan nada  kesal. Aku  pun  langsung  tertawa mendengar  jawabannya  yang tadi bikin  dia jengkel.
" kenapa kamu  malah  tertawa." katanya  lagi  dengan  cemberut.

"Gak Angel..... Jangan  bilang  kalau kamu  cemburu pada pelayan tadi?." kataku  yang  sedikit  menggodanya.

"Ya jelaslah  aku  cemburu sayang!!!!." ucapnya  yang membuatku  geleng-geleng kepala.

"Cemburu  karena  apa  coba.... Aku  gak  menggodanya dan  aku  juga  gak  mengenalnya, lagian  sayang,  aku  ini  masih  suka  wanita, aku  juga  sudah  mempunyai wanita  yang  aku  cintai yaitu  kamu ,buat apa aku masih menggoda orang lain apalagi dia lelaki?." Kataku dengan  penuh  keyakinan yang  membuat  wajah  Angel merah  merona.

"Setelah  makan  kamu  ingin pergi kemana lagi." Tanyaku untuk  meredakan kekesalannya. Aku gak  ingin kencanku sama Angel  hancur  karena  kekesalan  Angel akibat  dari  kecemburuan dengan  pelayan  tadi.

" kita  pergi  ke Taman  ya, sudah lama aku  tidak jalan  bareng sama  kamu  sayang." Ucapnya  dengan  antusias. Akupun  menganggukkan kepala.

"Ok.... Tapi  sebentar  saja  ya Kita ke Taman!! ,, udah malam juga,aku takut kalau kamu pulang Malam,Ayah kamu akan marahin kamu." kataku

"Terserah kamu saja sayang." Jawabnya yang sedikit kecewa.

Aku tau dia bakal kecewa,tapi ini semua demi kebaikannya juga. Aku masih sadar diri jika pergi sama cwek,aku gak ingin cewek di pandang rendah kalau pulang malam,apalagi itu cewekku, aku tetep akan  menjaganya  dari omongan-omongan jelek.

Setelah  menyelesaikan  makan  dan membayar  di kasir,  Aku  dan  Angel  pun meninggalkan  Cafe. Kami  berjalan  dengan tanganku  mengenggam  tangan  Angel menuju  mobil,di mana  tadi  aku  memarkirkannya.

Dalam  perjalanan  menuju  parkiran, aku  merasa  ada  seseorang  membuntuti langkah  kami, saat  aku  menoleh  ke belakang  aku  tak  melihat  seseorang, tiba-tiba firasat ku  gak  enak, moga  aja  gak  terjadi  sesuatu  yang  membahayakanku  dan  juga  Angel.

Aku segera  melangkahkan kakiku  agar  cepat  sampai  mobilku, aku mendengar  gerutuan  Angel  saat  aku  menarik  tangannya  agar  berjalan  lebih  cept. Saat  sampai  di mobilku aku  langsung  membukakan  pintu  buat  Angel, tanpa  banyak  tanya  Angel  langsung  masuk, akupu segera  melajukan mobilku  meninggalkan  Cafe.

Baru  beberapa  meter  aku  melajukan  mobilku  tiba-tiba 3 mobil menghadang jalan  kami, aku  pun  sedikit  terkejut, aku menghentikan  mobilku, aku  melihat   seseorang  keluar  dari  mobil yang tadi menghadang  kami, dia  berjalan dengan gagahnya   menuju  arah  kami,aku sedikit  gemetaran  karena takut dia akan menyelakai  kami, seandainya  saja aku sendiri  mungkin  aku gak  takut  tapi  saat ini  ada  seorang  cwek  yang  aku cintai  bersamaku,sebisa mungkin  aku akan melindunginya. Aku  melirik  ke arah  Angel karena  aku takut kalau  dia ketakutan  juga  tapi  nyatanya  apa yang  aku takutkan  malah  berbanding  terbalik, dia  bersikap  tenang2 saja  tanpa  ada  rasa  takut sedikitpun

"Tok... Tok." seseorang yang bertubuh gagah   mengetuk  pintu  jendela  mobil ku. Dengan  ragu-ragu  aku  membuka celah pintu  jendala  mobilku.

"Maaf  ada  masalah  apa Anda  menghadang  perjalanan  kami." Tanyaku  setenang  mungkin. Padahal  aku  sebenarnya gemetaran.

"Maaf  Nona Angel dan mas, kami  menghadang  perjalanan  Anda, tapi  kami  mendapat  tugas  membawa  kembali  Nona Angel atas  perintah  bos, dan bos  meminta  anda  untuk  menemui  bos." Jelasnya yang membuat paham,kenapa  mereka  menghadang  mobilku, ternyata  mereka para bodyguard Angel.

"Baiklah....  Saya akan pergi  menemui  bos  Anda, tapi biarkan  Nona  kalian  bersama  saya." Jawabku mengiyakan  permintaan  seseorang yang  merupakan  bodyguard Angel. Ia mengangguk dan langsung  berjalan meninggalkan  mobilku  menuju  mobilnya dan aku melihat Ia bicara sama temannya, temannya pun langsung meminggirkan mobil mereka  untuk  memberi  jalan  pada  kami.

Dalam  perjalanan  menuju Rumah  Angel, hatiku  merasa  tidak  tenang,mungkin efek rasa gugupku menemui Ayahnya Angel untuk pertama kalinya,  tapi  aku  berusaha  tenang  di depan  Angel.

Saat  aku  memasuki  gerbang  rumah  Angel, aku melihat banyak  bodyguard   yang  berjaga  di  luar rumah,sedikit  ngeri  melihat  badan mereka. Meskipun sama-sama aku mempunyai  badan  kekar tapi  tetep saja badannya  mereka  lebih  kekar  dariku.

Sesampainya di depan  pintu sebenarnya aku ragu haruskah aku masuk atau tidak karena perasaan ku tiba-tiba tidak  enak. Pintu terbuka dengan lebar menampilkan isi ruangan yang memukau dengan interior yang mewah,dengan senyum yang merekah Angel menggandeng tangan ku, kulangkahkan kakiku dengan  penuh keberanian penuh walaupun hatiku merasa gelisah namun Angel dengan senyumannya memberikan dukungan sehingga aku merasa nyaman.
Sesampainya di ruang tamu tiba-tiba ada suara seseorang mengagetkan lamunanku sehingga aku berhenti dan mencari sumber suara itu.

" Heeeeeeem..." deheman  seseorang  mengagetkanku.Aku menoleh  mendapati  seseorang  paruh  baya  seumuran  sama Ayah  yang  aku  yakini  ini  Ayahnya  Angel. Aku sering  melihat  wajahnya  walau  hanya  dari  Media.

"AYAH..... OM." Sapaku  bersamaan dengan  Angel pada  lelaki  yang  terlihat  kewibawaannya.

"Dari mana saja  kamu  Ngel." Tanyanya  pada  Angel dengan  suara tegasnya.

"Pergi  kencan  Yah." kata  Angel  dengan  bangga.

"Tumben Ayah  di rumah." Tanya Angel balik, tapi  pertanyaan Angel  tetap di hiraukan sama  Ayahnya.

"Sejak  kapan  kamu  sudah  mulai  pacaran." Tanya Ayahnya  Angel  dengan  nada ketegasan.

"Sudah  hampir 6 Bulan  Yah." Jawabnya  dengan  bangga. Akupun  tersenyum  mendengar  jawabannya.

"Siapa  yang mengizinkan kamu  pacaran." Tanya Ayah Angel  membuat  Angel  cemberut.

"Tapi  Angel  sudah dewasa Yah!!!!"  Angel menjawab yang  nada  sedih.

" Kamu  gak  boleh  pacaran  dengan   sembarangan orang ingat  itu  Ngel." katanya memperingatkan Angel,  membuatku sedikit  tersinggung dengan  kata-katanya. Angel  langsung  cemberut  saat menatap  Ayahnya.

"Terus  siapa lelaki  ini." Tanyanya  pada Angel, tangannya  menunjuk  ke arahku.

"Pacarku  Yah." Angel  menjawab  dengan  memegang  lenganku dengan  sifat manjanya.



"Saya  Forth  Om." Jawabku  memperkenalkan  diri tanpa  di minta.

" Forth...." ucapnya  pelan mengulangi  kataku. "Kamu  kerja  apa dan di mana?." Tanyanya  penuh  selidik.

"Saya kerja  sebagai koki  di restaurant  keluarga saya om." Jawabku dengan  tenang  walaupun  sebenarnya  aku  nerves.

"Koki????" Ucapnya dengan  nada  yang gak enak di dengar lebih tepatnya sebuah  ejekan dan  Ayah Angel juga  langsung  memalingkan  wajahnya saat  aku menjawab pekerjaanku.

"Iya  om. Apa ada  masalah  dengan  pekerjaan  saya di mata  Om?." Tanyaku. Ayah  Angel  langsung  mendecih.

" Cih  jelas  ada  masalah  dengan  pekerjaanmu, bagaimana  kalau  kolegan-kolegan saya  dan  juga  keluarga  besar  saya  tahu  kalau  anak  tunggal  saya  berpacaran  dengan  koki  sepertimu." Ucapnya  membuat  aku  benar2 tersinggung.
"Atau jangan-jangan kamu  memacari  anak  saya karena  dia  kaya?terus kamu mau memanfaatkan kekayaan anak saya untuk usahamu?." Ucapannya lagi, Aku  berusaha  menahan  emosiku.
" Jangan  harap  saya  akan  merestuimu  untuk  menjadi  bagian  keluargaku, ingat  kamu  itu  gak  selevel  dengan  kami, jadi  jangan  bermimpi terlalu  jauh  untuk  mendapatkan  anakku." Ayah Angel terus mengeluarkan  kata-kata yang benar-benar merendahkanku.

"Maaf Om.... Saya  memang  dari  keluarga  di bawah level  keluarga  om, tapi  saya  mencintai  anak  om itu tulus  bukan  karena  dia  keturunan  anak  orang  kaya." Jawabku. Lagi-lagi respon Ayahnya  Angel hanya  berdecih.

"Ciiiih kamu  bicara  soal ketulusan, mungkin  awalnya  kamu  tulus,tapi  saat  kamu  sudah  menjadi  bagian  keluarga  ini  mungkin  kamu  akan  lupa  dengan  yang  kamu  sebut TULUS." Jawabnya dengan  nada  mengejek.

"Baik lah  terserah  om  mau  ngomong  bagaimana tentang harta  dan  kedudukan, tidak  ada  gunanya  kalau  saya  beragumen  soal  harta, saya  sadar  diri  om, Harta  saya  hanya  sepucuk  jari  Om." Ucapku  dengan  menyerah. Percuma  menjawab ucapan  Ayahnya  Angel yang  menjujung  tinggi  soal  harta.

"Sekarang  mau  Om  apa dari  saya." Tanyaku dengan  pasrah Karena  aku  tahu  ke arah  mana  tujuan Ayah  Angel ngomong  tadi.

"Saya  mau  kamu  meninggalkan dan  menjauhi  anak  saya, Kalau kalian  masih bertemu diam-diam,akan  aku  pastikan  kalau usahamu  akan  saya  hancurkan  dengan  tangan  saya  sendiri." Pintanya  padaku sekaligus  sebuah  ancaman  buatku. Angel  yang  mendengar  langsung  melotot  ke arah  Ayahnya  karena  kaget  akan  perkataan Ayahnya. Bukan  hanya  Angel  yang  kaget, akupun  juga  bereaksi  seperti  Angel  tapi  bagaimanapun aku harus  menerimanya.

"Ayah  gak bisa  begitu. Aku  mencintai  Forth Yah ,apapun  yang  terjadi  aku  akan  tetap  sama  Forth." Kata  Angel  yang  gak  terima  dengan  permintaan Ayahnya dengan  sebuah tangisan. Aku  pun  langsung  menenangkan  Angel.

"Hey  Angel  sayang, kamu  jangan  nangis  kayak  gitu entar  cantikmu  hilang  loch." bujukku  pada  Angel  agar  dia tidak  nangis  lagi  dan  biar  dia  lebih  tenang.
"Turuti  apa  kata Ayah  kamu, ini  semua  demi  kebaikan  kamu, jangan  sedih dan  kamu  harus  tetap  bahagia  dan  tersenyum  saat  tanpa  aku di sisimu, kalau  Kita memang  jodoh  kita  pasti  akan  bertemu dan bersatu kembali" Kataku  yang membuat  Angel  tambah  nangis. Dan langsung  memelukku  sangat  erat.
"Jaga  dirimu  baik-baik sayang, dan  tetaplah  semangat  menjalani  hari-harimu,soal kuliahmu  jangan  suka  bolos, sebentar lagi  tidak  akan  ada  yang memperingatkanmu  dan  memperhatikanmu  selain  keluarga." Pesanku  pada  Angel, dan  aku  membisikkan  kata  Aku  akan  selalu mencintaimu  my  Princess.

"Ok  saya  turuti  apa  kemauan  om." Jawabku.

"Bagus....... Kalau  kamu  bisa  sadar  diri." ucapnya  dengan  mengangguk-anggukkan kepalanya. Akupun  langsung  pamit  pada  Ayahnya  Angel. Bagaimana  juga  aku  masih  menghormatinya  walaupun  dia sudah  merendahkanku.

"Saya  pamit  Om..... Terimakasih sudah  di berikan  waktu  untuk  bertatap  muka  langsung dengan  Anda."
Aku langsung  berdiri  meninggalkan  mereka.Aku  mendengar  Angel  masih  memanggil-manggil namaku tapi  aku  tetap  jalan  terus  tanpa  menoleh ke belakang di mana  Angel berdiri. Q mendengar  suara  tangisan  Angel, walaupun hatiku  sakit  melihat  orang  yang  ku cintai  nangis  aku gak  menoleh  ke arahnya.

Terasa  berat  saat  aku mengambil keputusan  untuk meninggalkan  Angel , tapi  mau  bagaimana  lagi kata2 Ayah Angel  sudah menyinggung  dan  merendahkanku. Saat  aku  berjalan  menuju mobil, salah  satu  bodyguard  Ayah  Angel menghampiriku.

"Mas  baik-baik sajakan?." Tanyanya saat ia berdiri di depanku.

"Gak apa-apa  kok mas.... Terima  kasih." Jawabku seadanya  dan aku  tetap  tersenyum.

"Maafkan  kami  mas, gara-gara kami  pasti  hubungan mas dengan  Non  Angel  hancur." Katanya  dengan  sedikit  merasa  bersalah.

"Gak apa-apa mas, mungkin  sudah  Takdir  dan  juga  mungkin  Angel  bukan  jodoh  saya." Jawabku  dengan  santai.
"Lagian sudah kewajiban  Mas  kan  mencari tahu  tentang  siapa saja  yang  dekat dengan  anak  bosnya  mas." Kataku lagi.

" Tapi  saya tetap  merasa  bersalah  sama  mas  dan  Non  Angel." Ucapnya.

"Sudah  lupakan  mas, soal  kejadian  tadi." jawabku. Agar  ia tenang  dan  tidak  merasa  bersalah  lagi.
"Mas tolong  jaga  Angel  ya, ingatkan  dia  agar  tidak  bolos-bolos kuliah." Pintaku padanya. Ia pun  menganggukkan kepala.

"Baik  mas, aku  akan  menjaganya." Jawabnya. Akupun pamit   padanya

"Aku pamit  pulang  dulu  mas, udah  malam takut  Ayah  nungguin." Pamitku  dan  dia  menganggukkan  kepala.

"Hati - hati  di jalan mas." Ucapnya akupun  melajukan  mobilku  meninggalkan  rumah  Angel  yang  megah  ini dengan  rasa  kecewa  yang  sangat dalam.

Di dalam  Mobil akupun  kalut, antara  binggung  dan  kecewa, kenapa  di saat aku  sudah  sayang sama  Angel  malah  aku  seakan  di paksa  meninggalkannya. Aku  melajukan  mobilku  ke arah  Taman  yang  agak  sepi, karena  aku  ingin  menenangkan  diri  sebelum  pulang ke rumah, aku  gak ingin  Ayah  mengetahui  kejadian  ini.
Setibanya  di  Taman  aku mencari  kursi  yang  kosong  dan  aku  menemukan  kursi  kosong  itu, langsung  saja  aku duduk dan merenung  soal kata-kata Ayahnya  Angel,hingga  tengah malam  aku memutuskan  untuk  pulang  dan  beristirahat.

Sesampainya  di  rumah  aku  langsung  masuk  karena  aku mempunyai  kunci  cadangan, jadi sewaktu-waktu aku  pulang  tanpa  harus  membangunkan  ayah  maupun  adikku, aku melihat  rumah  sudah  dalam keadaan  padam itu  berarti  Ayah  dan  adikku  sudah  terlelap, akupun  langsung menuju  kamarku, setibanya  di kamar  akupun  langsung  rebahan  di kasur ,karena  aku merasa  capek  hati dan  pikiran hingga  beberapa  menit  akhirnya  aku  memutuskan  untuk  membersihkan  diri, agar  aku  lebih  tenang setelah  ini.

beberapa  menit di kamar  mandi  dengan aktifitas  membersihkan  diri pun  akhirnya  aku  akhiri, dan  berjalan  menuju  tempat  tidur  untuk  beristirahat  semoga   besuk  menjadi  awal  yang  baik buat  kehidupanku. Akupun  memejamkan  Mata  menuju  mimpi  yang  Indah, berharap  kejadian  tadi  hanya  sebuah mimpi.





💖💖💖💖💖         💖💖💖💖💖
💖                             💖               💖
💖                             💖               💖
💖💖💖💖💖           💖💖💖💖
💖                             💖               💖
💖                             💖               💖
💖                             💖               💖
💖                             💖💖💖💖💖


Komentar

Postingan populer dari blog ini

CHAPTER 1