Chapter 2
Forth PoV
Sesuai yang sudah ku janjikan pada Pacarku tadi siang, kalau malam ini kita akan pergi kencan, karena aku gak mau bikin Dia kecewa. Tapi sebelum aku pergi meninggalkan kamar, Aku terlebih dulu mengirimkan sms padanya.
My Princess Angel
Sayang,,, sudah siap belum √
Aku jemput di rumah kamu ya !!!√
Sayang,,, sudah siap belum √
Aku jemput di rumah kamu ya !!!√
Forth
Sudah siap sayang √
Gak usah di jemput ya biar aku di anterin supir aja √
Kita langsung ketemuan di cafe dekat Taman Kota ya !!!√
Gak usah di jemput ya biar aku di anterin supir aja √
Kita langsung ketemuan di cafe dekat Taman Kota ya !!!√
My Princess Angel
Ok sayang. I love you √
Ok sayang. I love you √
Setelah mengirimkan pesan pada Angel dan mendapat balasan darinya, Akupun segera pergi.Aku sudah tidak sabar bertemu dengan wanita yang pertama kali membuatku jatuh Cinta.
Saat berjalan melalui ruang keluarga aku melihat Ayah dan Adik ku lagi asyik nonton acara di Tv yang menurutku gak cocok di tonton oleh Ayah karena itu acara Kartun kesukaan Captain dan akupun menghampiri Ayah untuk berpamitan.
"Ayah....forth pergi dulu ya." Ayah menoleh saat mendengar namanya aku panggil.
"Mau kemana forth???" Tanyanya.
"Pergi kencan Yah. Hehehe." Jawabku sambil cengengesan. Ayahpun menyengitkan kedua alisnya. Tapi setelah itu Ayah tersenyum.
"Pulangnya jangan malam-malam Forth." Pesannya, akupun mengangguk kepala.
"Iya yah.... Beres yah !!!." ucapku.
Baru melangkah 2 langkah seseorang memanggil namaku, akupun mengehentikan langkahku
"Kak Forth...." seseorang memanggil namaku, siapa lagi kalau bukan adikku yang paling manja itu, Captain.
"Kenapa?." jawabku saat aku menoleh ke arahnya.
" Kak forth boleh ikut gak, aku ingin tahu yang mana pacarnya kak Forth." Tanya adikku meminta izin agar di boleh ikut.
"Anak kecil gak boleh ikut orang dewasa kencan." Ucapku langsung bikin dia cemberut. Ingin sekali aku tertawa saat melihat dia cemberut begitu.
"Ya sudah sana pergi kalau aku gak boleh ikut, jadi kakak kok pelit amat. Huuuftz." Gerutunya membuat q terkekeh karena geli mendengar ucapannya.
"Yah aku pergi." Pamitku langsung meninggalkan mereka.
Setibanya di Cafe yang di bilang Angel di pesan tadi, aku melihat-lihat suasana cafenya, cukup Ramai dan suasana cukup Romantis kalau di buat kencan anak remaja.
Aku langsung berjalan ke arah di mana ada kursi kosong paling pojok cukup untuk aku dan angel duduk.
Aku langsung berjalan ke arah di mana ada kursi kosong paling pojok cukup untuk aku dan angel duduk.
Aku menunggu Angel cukup lama hingga penglihatanku tertuju pada satu anak lelaki yang manis,yang sedang melayani pelanggan di Cafe ini,hingga aku tak menyadari kedatangan Angel.
"Sayang maaf aku datang telat." Ucapnya. Aku pun hanya tersenyum
"Gak pa pa Sayang,,, aku memaklumi saja, kalau kamu pasti telat. Kamu kalau berias diri itu sangat lama." Jawabku dengan nada bercanda. Angel langsung cemberut.
"Sayang sudah pesan Makanan ??." Angel bertanya padaku saat ia sudah duduk di depanku. Akupun menggeleng
"Belum sayang,,,, aku nunggu kamu." Jawabku dengan fokus memerhatikan wajahnya yang cantik itu.
"Ya sudah kita pesan makan dulu ya." katanya dan aku hanya mengangguk.
Setelah kami memesan makanan pada pelayan cafe ini, kami mengobrol panjang lebar sambil menunggu pesanan kami,salah satunya tentang rasa rindu kami.
Dengan nadanya manjanya Dia mengeluh kalau akhir-akhir ini,aku gak ada waktu buat dia. Aku menyadari akan hal itu karena aku terlalu sibuk dengan kerjaanku di Restaurant yang aku kelola. Akupun hanya bisa minta maaf padanya dan aku bilang padanya kalau akan berusaha meluangkan waktu untuknya. Ia pun tersenyum setelah mendengar jawabanku.
Hingga beberapa menit kemudian, makanan yang kami pesanpun di antarkan,dan seseorang yang mengantar pesanan kami itu adalah cowok yang tadi aku lihatin. Aku melihat wajahnya sangat manis dan cara bicaranya sangatlah sopan.
"Maaf menganggu waktu anda, ini pesanan anda." ucapnya dengan sangat sopan dan senyuman yang bisa membuat orang terpana.
Saat pelayan itu meletakkan makanan di atas meja,entah kenapa Angel langsung ngebentak dia dan marah-marah.
"Apa yang kamu lakukan.... Ini bukan pesanan Kami." Tanya Angel dengan nada yang emosi. Pelayan itu langsung membatu karena kaget ucapan Angel.
"Maaf kalau saya salah mengantar, tapi ini resi menunjukkan no meja anda." Jawabnya dengan nada sedikit bergetar.
"Tapi ini bukan pesanan saya, bisa kerja tidak sich kamu." Kata Angel dengan suara yang kencang membuat seluruh pelanggan Cafe melihat ke arah kami.
"Sudah Angel,.. Kenapa kamu marah2 kayak gini, dia gak salah Ngel, makanan ini memang aku yang pesan." Jawabku untuk menenangkan Angel. Angel langsung menoleh ke arahku dengan tatapan kemarahan.
"Ya sudah mas lanjutin aja kerjanya,,, maaf Mas, atas perlakuan cewek saya yang sudah membentak anda." kataku ramah meminta maaf pada pelayan Cafe. Pelayan Cafe itupun tersenyum.
"Gak pa pa Mas..... Selamat menikmati makanannya Mas, semoga nyaman berada di Cafe ini." ucapnya dengan sedikit membungkuk badan dan ia langsung meninggalkan meja kami.
Aku yang merasa heran dengan tingkah Angel hari ini, aku memberanikan diri bertanya padanya, Aku bicara baik-baik sama Dia, aku tahu Dia anak manja,anak tunggal dari keluarga orang kaya, tapi untuk keseharian dia selalu mengandalkan pembantu. Makanya harus secara halus kalau ngomongin Angel.
"Angel kamu kenapa sich tadi kok tiba-tiba marah-marah kayak gitu, gak enak kan di lihatin orang." Tanyaku dengan halus, agar Angel tidak tersinggung.
"Lagi jengkel aja." jawabnya dengan sinis.
"Kamu jengkel kenapa,,,, siapa yang sudah menjahilimu." Tanyaku balik.
"Tadi dia kan , yang lagi kamu lihatin??." Ucapnya dengan nada kesal. Aku pun langsung tertawa mendengar jawabannya yang tadi bikin dia jengkel.
" kenapa kamu malah tertawa." katanya lagi dengan cemberut.
" kenapa kamu malah tertawa." katanya lagi dengan cemberut.
"Gak Angel..... Jangan bilang kalau kamu cemburu pada pelayan tadi?." kataku yang sedikit menggodanya.
"Ya jelaslah aku cemburu sayang!!!!." ucapnya yang membuatku geleng-geleng kepala.
"Cemburu karena apa coba.... Aku gak menggodanya dan aku juga gak mengenalnya, lagian sayang, aku ini masih suka wanita, aku juga sudah mempunyai wanita yang aku cintai yaitu kamu ,buat apa aku masih menggoda orang lain apalagi dia lelaki?." Kataku dengan penuh keyakinan yang membuat wajah Angel merah merona.
"Setelah makan kamu ingin pergi kemana lagi." Tanyaku untuk meredakan kekesalannya. Aku gak ingin kencanku sama Angel hancur karena kekesalan Angel akibat dari kecemburuan dengan pelayan tadi.
" kita pergi ke Taman ya, sudah lama aku tidak jalan bareng sama kamu sayang." Ucapnya dengan antusias. Akupun menganggukkan kepala.
"Ok.... Tapi sebentar saja ya Kita ke Taman!! ,, udah malam juga,aku takut kalau kamu pulang Malam,Ayah kamu akan marahin kamu." kataku
"Terserah kamu saja sayang." Jawabnya yang sedikit kecewa.
Aku tau dia bakal kecewa,tapi ini semua demi kebaikannya juga. Aku masih sadar diri jika pergi sama cwek,aku gak ingin cewek di pandang rendah kalau pulang malam,apalagi itu cewekku, aku tetep akan menjaganya dari omongan-omongan jelek.
Setelah menyelesaikan makan dan membayar di kasir, Aku dan Angel pun meninggalkan Cafe. Kami berjalan dengan tanganku mengenggam tangan Angel menuju mobil,di mana tadi aku memarkirkannya.
Dalam perjalanan menuju parkiran, aku merasa ada seseorang membuntuti langkah kami, saat aku menoleh ke belakang aku tak melihat seseorang, tiba-tiba firasat ku gak enak, moga aja gak terjadi sesuatu yang membahayakanku dan juga Angel.
Aku segera melangkahkan kakiku agar cepat sampai mobilku, aku mendengar gerutuan Angel saat aku menarik tangannya agar berjalan lebih cept. Saat sampai di mobilku aku langsung membukakan pintu buat Angel, tanpa banyak tanya Angel langsung masuk, akupu segera melajukan mobilku meninggalkan Cafe.
Baru beberapa meter aku melajukan mobilku tiba-tiba 3 mobil menghadang jalan kami, aku pun sedikit terkejut, aku menghentikan mobilku, aku melihat seseorang keluar dari mobil yang tadi menghadang kami, dia berjalan dengan gagahnya menuju arah kami,aku sedikit gemetaran karena takut dia akan menyelakai kami, seandainya saja aku sendiri mungkin aku gak takut tapi saat ini ada seorang cwek yang aku cintai bersamaku,sebisa mungkin aku akan melindunginya. Aku melirik ke arah Angel karena aku takut kalau dia ketakutan juga tapi nyatanya apa yang aku takutkan malah berbanding terbalik, dia bersikap tenang2 saja tanpa ada rasa takut sedikitpun
"Tok... Tok." seseorang yang bertubuh gagah mengetuk pintu jendela mobil ku. Dengan ragu-ragu aku membuka celah pintu jendala mobilku.
"Maaf ada masalah apa Anda menghadang perjalanan kami." Tanyaku setenang mungkin. Padahal aku sebenarnya gemetaran.
"Maaf Nona Angel dan mas, kami menghadang perjalanan Anda, tapi kami mendapat tugas membawa kembali Nona Angel atas perintah bos, dan bos meminta anda untuk menemui bos." Jelasnya yang membuat paham,kenapa mereka menghadang mobilku, ternyata mereka para bodyguard Angel.
"Baiklah.... Saya akan pergi menemui bos Anda, tapi biarkan Nona kalian bersama saya." Jawabku mengiyakan permintaan seseorang yang merupakan bodyguard Angel. Ia mengangguk dan langsung berjalan meninggalkan mobilku menuju mobilnya dan aku melihat Ia bicara sama temannya, temannya pun langsung meminggirkan mobil mereka untuk memberi jalan pada kami.
Dalam perjalanan menuju Rumah Angel, hatiku merasa tidak tenang,mungkin efek rasa gugupku menemui Ayahnya Angel untuk pertama kalinya, tapi aku berusaha tenang di depan Angel.
Saat aku memasuki gerbang rumah Angel, aku melihat banyak bodyguard yang berjaga di luar rumah,sedikit ngeri melihat badan mereka. Meskipun sama-sama aku mempunyai badan kekar tapi tetep saja badannya mereka lebih kekar dariku.
Sesampainya di depan pintu sebenarnya aku ragu haruskah aku masuk atau tidak karena perasaan ku tiba-tiba tidak enak. Pintu terbuka dengan lebar menampilkan isi ruangan yang memukau dengan interior yang mewah,dengan senyum yang merekah Angel menggandeng tangan ku, kulangkahkan kakiku dengan penuh keberanian penuh walaupun hatiku merasa gelisah namun Angel dengan senyumannya memberikan dukungan sehingga aku merasa nyaman.
Sesampainya di ruang tamu tiba-tiba ada suara seseorang mengagetkan lamunanku sehingga aku berhenti dan mencari sumber suara itu.
Sesampainya di ruang tamu tiba-tiba ada suara seseorang mengagetkan lamunanku sehingga aku berhenti dan mencari sumber suara itu.
" Heeeeeeem..." deheman seseorang mengagetkanku.Aku menoleh mendapati seseorang paruh baya seumuran sama Ayah yang aku yakini ini Ayahnya Angel. Aku sering melihat wajahnya walau hanya dari Media.
"AYAH..... OM." Sapaku bersamaan dengan Angel pada lelaki yang terlihat kewibawaannya.
"Dari mana saja kamu Ngel." Tanyanya pada Angel dengan suara tegasnya.
"Pergi kencan Yah." kata Angel dengan bangga.
"Tumben Ayah di rumah." Tanya Angel balik, tapi pertanyaan Angel tetap di hiraukan sama Ayahnya.
"Sejak kapan kamu sudah mulai pacaran." Tanya Ayahnya Angel dengan nada ketegasan.
"Sudah hampir 6 Bulan Yah." Jawabnya dengan bangga. Akupun tersenyum mendengar jawabannya.
"Siapa yang mengizinkan kamu pacaran." Tanya Ayah Angel membuat Angel cemberut.
"Tapi Angel sudah dewasa Yah!!!!" Angel menjawab yang nada sedih.
" Kamu gak boleh pacaran dengan sembarangan orang ingat itu Ngel." katanya memperingatkan Angel, membuatku sedikit tersinggung dengan kata-katanya. Angel langsung cemberut saat menatap Ayahnya.
"Terus siapa lelaki ini." Tanyanya pada Angel, tangannya menunjuk ke arahku.
"Pacarku Yah." Angel menjawab dengan memegang lenganku dengan sifat manjanya.
"Saya Forth Om." Jawabku memperkenalkan diri tanpa di minta.
" Forth...." ucapnya pelan mengulangi kataku. "Kamu kerja apa dan di mana?." Tanyanya penuh selidik.
"Saya kerja sebagai koki di restaurant keluarga saya om." Jawabku dengan tenang walaupun sebenarnya aku nerves.
"Koki????" Ucapnya dengan nada yang gak enak di dengar lebih tepatnya sebuah ejekan dan Ayah Angel juga langsung memalingkan wajahnya saat aku menjawab pekerjaanku.
"Iya om. Apa ada masalah dengan pekerjaan saya di mata Om?." Tanyaku. Ayah Angel langsung mendecih.
" Cih jelas ada masalah dengan pekerjaanmu, bagaimana kalau kolegan-kolegan saya dan juga keluarga besar saya tahu kalau anak tunggal saya berpacaran dengan koki sepertimu." Ucapnya membuat aku benar2 tersinggung.
"Atau jangan-jangan kamu memacari anak saya karena dia kaya?terus kamu mau memanfaatkan kekayaan anak saya untuk usahamu?." Ucapannya lagi, Aku berusaha menahan emosiku.
" Jangan harap saya akan merestuimu untuk menjadi bagian keluargaku, ingat kamu itu gak selevel dengan kami, jadi jangan bermimpi terlalu jauh untuk mendapatkan anakku." Ayah Angel terus mengeluarkan kata-kata yang benar-benar merendahkanku.
"Atau jangan-jangan kamu memacari anak saya karena dia kaya?terus kamu mau memanfaatkan kekayaan anak saya untuk usahamu?." Ucapannya lagi, Aku berusaha menahan emosiku.
" Jangan harap saya akan merestuimu untuk menjadi bagian keluargaku, ingat kamu itu gak selevel dengan kami, jadi jangan bermimpi terlalu jauh untuk mendapatkan anakku." Ayah Angel terus mengeluarkan kata-kata yang benar-benar merendahkanku.
"Maaf Om.... Saya memang dari keluarga di bawah level keluarga om, tapi saya mencintai anak om itu tulus bukan karena dia keturunan anak orang kaya." Jawabku. Lagi-lagi respon Ayahnya Angel hanya berdecih.
"Ciiiih kamu bicara soal ketulusan, mungkin awalnya kamu tulus,tapi saat kamu sudah menjadi bagian keluarga ini mungkin kamu akan lupa dengan yang kamu sebut TULUS." Jawabnya dengan nada mengejek.
"Baik lah terserah om mau ngomong bagaimana tentang harta dan kedudukan, tidak ada gunanya kalau saya beragumen soal harta, saya sadar diri om, Harta saya hanya sepucuk jari Om." Ucapku dengan menyerah. Percuma menjawab ucapan Ayahnya Angel yang menjujung tinggi soal harta.
"Sekarang mau Om apa dari saya." Tanyaku dengan pasrah Karena aku tahu ke arah mana tujuan Ayah Angel ngomong tadi.
"Saya mau kamu meninggalkan dan menjauhi anak saya, Kalau kalian masih bertemu diam-diam,akan aku pastikan kalau usahamu akan saya hancurkan dengan tangan saya sendiri." Pintanya padaku sekaligus sebuah ancaman buatku. Angel yang mendengar langsung melotot ke arah Ayahnya karena kaget akan perkataan Ayahnya. Bukan hanya Angel yang kaget, akupun juga bereaksi seperti Angel tapi bagaimanapun aku harus menerimanya.
"Ayah gak bisa begitu. Aku mencintai Forth Yah ,apapun yang terjadi aku akan tetap sama Forth." Kata Angel yang gak terima dengan permintaan Ayahnya dengan sebuah tangisan. Aku pun langsung menenangkan Angel.
"Hey Angel sayang, kamu jangan nangis kayak gitu entar cantikmu hilang loch." bujukku pada Angel agar dia tidak nangis lagi dan biar dia lebih tenang.
"Turuti apa kata Ayah kamu, ini semua demi kebaikan kamu, jangan sedih dan kamu harus tetap bahagia dan tersenyum saat tanpa aku di sisimu, kalau Kita memang jodoh kita pasti akan bertemu dan bersatu kembali" Kataku yang membuat Angel tambah nangis. Dan langsung memelukku sangat erat.
"Jaga dirimu baik-baik sayang, dan tetaplah semangat menjalani hari-harimu,soal kuliahmu jangan suka bolos, sebentar lagi tidak akan ada yang memperingatkanmu dan memperhatikanmu selain keluarga." Pesanku pada Angel, dan aku membisikkan kata Aku akan selalu mencintaimu my Princess.
"Turuti apa kata Ayah kamu, ini semua demi kebaikan kamu, jangan sedih dan kamu harus tetap bahagia dan tersenyum saat tanpa aku di sisimu, kalau Kita memang jodoh kita pasti akan bertemu dan bersatu kembali" Kataku yang membuat Angel tambah nangis. Dan langsung memelukku sangat erat.
"Jaga dirimu baik-baik sayang, dan tetaplah semangat menjalani hari-harimu,soal kuliahmu jangan suka bolos, sebentar lagi tidak akan ada yang memperingatkanmu dan memperhatikanmu selain keluarga." Pesanku pada Angel, dan aku membisikkan kata Aku akan selalu mencintaimu my Princess.
"Ok saya turuti apa kemauan om." Jawabku.
"Bagus....... Kalau kamu bisa sadar diri." ucapnya dengan mengangguk-anggukkan kepalanya. Akupun langsung pamit pada Ayahnya Angel. Bagaimana juga aku masih menghormatinya walaupun dia sudah merendahkanku.
"Saya pamit Om..... Terimakasih sudah di berikan waktu untuk bertatap muka langsung dengan Anda."
Aku langsung berdiri meninggalkan mereka.Aku mendengar Angel masih memanggil-manggil namaku tapi aku tetap jalan terus tanpa menoleh ke belakang di mana Angel berdiri. Q mendengar suara tangisan Angel, walaupun hatiku sakit melihat orang yang ku cintai nangis aku gak menoleh ke arahnya.
Aku langsung berdiri meninggalkan mereka.Aku mendengar Angel masih memanggil-manggil namaku tapi aku tetap jalan terus tanpa menoleh ke belakang di mana Angel berdiri. Q mendengar suara tangisan Angel, walaupun hatiku sakit melihat orang yang ku cintai nangis aku gak menoleh ke arahnya.
Terasa berat saat aku mengambil keputusan untuk meninggalkan Angel , tapi mau bagaimana lagi kata2 Ayah Angel sudah menyinggung dan merendahkanku. Saat aku berjalan menuju mobil, salah satu bodyguard Ayah Angel menghampiriku.
"Mas baik-baik sajakan?." Tanyanya saat ia berdiri di depanku.
"Gak apa-apa kok mas.... Terima kasih." Jawabku seadanya dan aku tetap tersenyum.
"Maafkan kami mas, gara-gara kami pasti hubungan mas dengan Non Angel hancur." Katanya dengan sedikit merasa bersalah.
"Gak apa-apa mas, mungkin sudah Takdir dan juga mungkin Angel bukan jodoh saya." Jawabku dengan santai.
"Lagian sudah kewajiban Mas kan mencari tahu tentang siapa saja yang dekat dengan anak bosnya mas." Kataku lagi.
"Lagian sudah kewajiban Mas kan mencari tahu tentang siapa saja yang dekat dengan anak bosnya mas." Kataku lagi.
" Tapi saya tetap merasa bersalah sama mas dan Non Angel." Ucapnya.
"Sudah lupakan mas, soal kejadian tadi." jawabku. Agar ia tenang dan tidak merasa bersalah lagi.
"Mas tolong jaga Angel ya, ingatkan dia agar tidak bolos-bolos kuliah." Pintaku padanya. Ia pun menganggukkan kepala.
"Mas tolong jaga Angel ya, ingatkan dia agar tidak bolos-bolos kuliah." Pintaku padanya. Ia pun menganggukkan kepala.
"Baik mas, aku akan menjaganya." Jawabnya. Akupun pamit padanya
"Aku pamit pulang dulu mas, udah malam takut Ayah nungguin." Pamitku dan dia menganggukkan kepala.
"Hati - hati di jalan mas." Ucapnya akupun melajukan mobilku meninggalkan rumah Angel yang megah ini dengan rasa kecewa yang sangat dalam.
Di dalam Mobil akupun kalut, antara binggung dan kecewa, kenapa di saat aku sudah sayang sama Angel malah aku seakan di paksa meninggalkannya. Aku melajukan mobilku ke arah Taman yang agak sepi, karena aku ingin menenangkan diri sebelum pulang ke rumah, aku gak ingin Ayah mengetahui kejadian ini.
Setibanya di Taman aku mencari kursi yang kosong dan aku menemukan kursi kosong itu, langsung saja aku duduk dan merenung soal kata-kata Ayahnya Angel,hingga tengah malam aku memutuskan untuk pulang dan beristirahat.
Setibanya di Taman aku mencari kursi yang kosong dan aku menemukan kursi kosong itu, langsung saja aku duduk dan merenung soal kata-kata Ayahnya Angel,hingga tengah malam aku memutuskan untuk pulang dan beristirahat.
Sesampainya di rumah aku langsung masuk karena aku mempunyai kunci cadangan, jadi sewaktu-waktu aku pulang tanpa harus membangunkan ayah maupun adikku, aku melihat rumah sudah dalam keadaan padam itu berarti Ayah dan adikku sudah terlelap, akupun langsung menuju kamarku, setibanya di kamar akupun langsung rebahan di kasur ,karena aku merasa capek hati dan pikiran hingga beberapa menit akhirnya aku memutuskan untuk membersihkan diri, agar aku lebih tenang setelah ini.
beberapa menit di kamar mandi dengan aktifitas membersihkan diri pun akhirnya aku akhiri, dan berjalan menuju tempat tidur untuk beristirahat semoga besuk menjadi awal yang baik buat kehidupanku. Akupun memejamkan Mata menuju mimpi yang Indah, berharap kejadian tadi hanya sebuah mimpi.
💖💖💖💖💖 💖💖💖💖💖
💖 💖 💖
💖 💖 💖
💖💖💖💖💖 💖💖💖💖
💖 💖 💖
💖 💖 💖
💖 💖 💖
💖 💖💖💖💖💖
💖 💖 💖
💖 💖 💖
💖💖💖💖💖 💖💖💖💖
💖 💖 💖
💖 💖 💖
💖 💖 💖
💖 💖💖💖💖💖
Komentar
Posting Komentar